Beranda >> ragam ekonomi kreatif >> Kustomfest Yogyakarta, Bukan Sekadar Eksibisi Biasa
banner foto

Kustomfest Yogyakarta, Bukan Sekadar Eksibisi Biasa

Ekonomi Kreatif

1

11 November 2021 oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI
281
Sebagai penikmat dunia otomotif, tentunya sudah sangat familier dengan acara tahunan yang diselenggarakan di Yogyakarta satu ini, Indonesia Kustom Kulture Festival (Kustomfest). Digelar secara rutin sejak 8 tahun lalu, Kustomfest selalu disambut antusias berbagai kalangan masyarakat, terutama bagi para pecinta motor custom di Indonesia.
Setelah setahun menunggu, akhirnya acara tahunan bergengsi ini kembali diadakan. Yap, Kustomfest 2021 “SEE YOU AGAIN Ride & Drive”resmi digelar kembali. Sangat menyentuh, pasalnya diangkatnya tema “Ride & Drive” menggambarkan misi perjalanan “sakral” dari Kustomfest 2021, yakni meretas jarak perjumpaan dengan seluruh penggerak kustom kulture di sepanjang pulau Jawa hingga Bali.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Kustomfest 2021 dilaksanakan secara estafet dari Pelabuhan Merak (Banten) hingga ke Pelabuhan Padang Bai (Bali). Start dari Pelabuhan Merak (4 November 2021), Jakarta (4-5 November 2021), Bandung (6 November 2021), Purwokerto (7 November 2021), Semarang (8 November 2021), Solo (9 November 2021), Surabaya (10 November 2021), Taman Nasional Baluran (11 November 2021), hingga di Bali (12-13 November 2021).
“Kustomfest 2021 memulai perjalannya dari Pelabuhan Merak hingga ke Pulau Bali bagian timur. Dari ujung Pulau Jawa ke ujung Pulau Bali. Jarak perjalanannya mencapai kurang lebih 1.700 Km. Kami sudah mengantongi izin hingga ke Mabes Polri agar pelaksanaan Kustomfest 2021 sesuai dengan standar yang diperlukan, sudah ada CHSE juga. Jadi, secara izin, kami sudah sangat mempersiapkannya dengan baik karena kami harus melintasi beberapa daerah di Pulau Jawa dengan level PPKM yang berbeda-beda,” ungkap Lulut Wahyudi pendiri sekaligus direktur Kustomfest.
Kustomfest 2021 didakan agar dapat berinteraksi dengan para penggiat kustom di berbagai daerah. Lulut secara pribadi menyatakan senang jika dapat mendengarkan kisah dan perjuangan mereka selama pandemi ini. Sehingga kemudian Kustomfest secara lembaga dapat membantu promosikan produk kustom otomotif melalui sosial media Kustomfest.
“Untuk di setiap daerah yang kami singgahi, kami mengadakan dua konsep acara, yaitu outdoor dan indoor. Acara indoor kami awasi dengan ketat, mulai dari penerapan aplikasi PeduliLindungi hingga menyediakan tempat untuk mencuci tangan. Sementara untuk event outdoor, kami sangat memanfaatkan ruang terbuka agar para pengunjung tidak terlalu berdesakan. Panitia Kustomfest 2021 juga terus mengingatkan pengunjung agar selalu menjaga jarak dan menggunakan masker selama berada di acara ini,” kata Lulut.
Sejarah Hadirnya Kustomfest
Rutin diselenggarakan sejak 2012, Kustomfest adalah event tahunan berskala internasional di Yogyakarta yang menjadi ajang berkumpulnya para pelaku industri kreatif di bidang otomotif, khususnya dalam dunia kustom kulture Indonesia untuk memamerkan karya terbaiknya.
Berbeda dengan pameran atau eksibisi pada umumnya, Kustomfest merupakan sebuah festival kustom kulture dan kolaborasi pertunjukan dari berbagai karya kustom Indonesia.
Alasan diadakannya Kustomfest adalah membangun citra baik sekaligus membuktikan bahwa pecinta motor di Indonesia memiliki tangan yang sangat terampil. Sehingga, ke depannya Indonesia dapat dikenal sebagai bangsa pembuat, tidak hanya sekadar pemakai saja.
Rutin dilaksanakan di Yogyakarta, Kustomfest selalu melibatkan berbagai pegiat kustom kulture dari berbagai daerah di Indonesia, pelaku kustom global, dan sekaligus menampilkan custom terbaik sebagai salah satu refleksi kekayaan budaya bangsa Indonesia.
“Antusias kultur kustom di Indonesia sangat besar. Kalau tidak ada pandemi, event yang Kustomfest selenggaraan bisa didatangi hingga 20 ribu sampai 35 ribu pengunjung dalam waktu dua hari. Banyak penggemar kustom dari luar daerah dan luar negeri juga sengaja datang untuk melihat ekshibisi Kustomfest. Bila ingin dilihat dengan angka, 40% persen pengunjung Kusutomfest adalah warga Yogyakarta semetara 60% sisanya adalah luar Yogyakarta. Semakin tahun semakin banyak minat dari luar Yogyakarta, termasuk dari beberapa negara. Bahkan Kustomfest bisa dibilang event kustom yang paling ditunggu,” jelas Lulut lagi.
Event Kustomfest 2019 silam. (foto: Grid Story Factory)
Kustom Kulture Adalah Industri Kreatif
Ada banyak fakta menarik sepanjang gelaran Kustomfest, seperti pada Kustomfest 2012, meskipun saat itu baru pertama kali digelar, Kustomfest 2012 diikuti 120 kontestan motor kustom, 15 mobil hot rod, 50 sepeda kustom, 100 kontestan BMX, dan 120 kontestan skateboard.
Selanjutnya, pada Kustomfest 2013 dengan mengangkat tema “KUSTOM WHAT?”, Kustomfest mengajak masyarakat memahami nilai kustom sebagai salah satu identitas industri kreatif Indonesia yang sangat menjanjikan di masa depan.
Secara tidak langsung, Kustomfest ingin menunjukkan bahwa karya kustom tidak memiliki batasan, namun memiliki nilai dan konsep estetika. Bahkan dalam beberapa gelaran, Kustomfest kerap menjadi ajang pembuktian bahwa kustom kulture di Indonesia terus melangkah maju.
Hal ini bisa dilihat dari mulai diliriknya Kustomfest oleh media otomotif internasional, seperti The Nash, Burnout Magazine, Fuel Magazine, Chopper Journal, dan banyak lagi lainnya. Bahkan, pada event Kustomfest 2015, berhasil mendatangkan VIP guest dari Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, dan Prancis.
Untuk mengembangkan kustom kulture di Indonesia, Kustomfest juga memiliki beberapa program yang dikhususkan untuk builder muda Indonesia, sebagai wadah untuk berkarir dalam dunia otomotif. Seperti program “Indonesia Attack” dan “Special Class”.
Kreativitas dan keunikan Kustomfest tak berhenti di situ. Pada gelaran Kustomfest 2018 yang berhasil didatangi lebih dari 25.000 pengunjung, Kustomfest tidak hanya memamerkan motor dan mobil klasik saja, namun juga pesawat custom pertama, yaitu pesawat milik TNI AU, RI-X WEL-1.
Bahkan, kreativitas yang tak pernah padam pun kembali ditunjukan pada ajang Kustomfest 2020 lalu, yang digelar di tengah pandemi COVID-19. Mengusung konsep yang sangat berbeda, yakni konsep galeri seni. Kustomfest 2020 “#UNRESTRICTED” membuktikan bahwa adanya pandemi tidak menjadi halangan terus berkarya dan berkreasi di tengah keterbatasan.
Foto Cover: Event Kustomfest 2019. (GSF)


Berita Terkait
rekomendasi berita

Transformasi Musik Dangdut dari Masa ke Masa

rekomendasi berita

Program Pengembangan Talenta Digital Kreatif di Indonesia

rekomendasi berita

Indonesia Bersiap Menjadi Destinasi Fashion Muslim Dunia