Beranda >> ragam ekonomi kreatif >> Lokapala, Game MOBA Lokal Bernuansa Sejarah di PON Papua
banner foto

Lokapala, Game MOBA Lokal Bernuansa Sejarah di PON Papua

Aplikasi dan Pengembang Permainan

0

17 Oktober 2021 oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI
36
Game termasuk salah satu subsektor ekonomi kreatif yang tumbuh selama pandemi COVID-19. Sangat membanggakan, pasalnya menurut Asosiasi Game Indonesia, subsektor game di Indonesia tumbuh sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya, hal ini menjadi angin segar bagi game lokal sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif yang tidak mati.
Kualitas game lokal Indonesia juga terus meningkat, dan dapat memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Dituliskan dalam Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020/2021, subsektor aplikasi dan game developer berhasil menyumbang Rp24,8 Triliun dalam PDB Nasional 2020.
Kabar baik tentang perkembangan game lokal tidak hanya sampai di situ. Pasalnya, game lokal buatan Indonesia juga berhasil mencuri perhatian dengan tampil dan dipertandingkan langsung dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, pada 2 Oktober hingga 15 Oktober kemarin.
Lokapala: Game Lokal di eSport PON Papua XX 2021
Lokapala: Saga of The Six Realms adalah game lokal yang sukses memeriahkan keseruan eksibisi esport di PON XX Papua 2021. Game yang dikembangkan oleh Anantarupa Studios dan PT Melon Indonesia sebagai publisher ini dipertandingkan dalam PON XX Papua sebagai pertandingan persahabatan.
Sangat menakjubkan, pasalnya Lokapala menjadi satu-satunya game lokal yang berhasil lolos dan dipertandingkan di PON XX Papua 2021, di antara empat game luar negeri yang masuk dalam ekshibisi esport di PON Papua: Free Fire, Mobile Legends, eFootball PES 2021, dan PUBG Mobile.
Bagi yang belum tahu, Lokapala: Saga of The Six Realms adalah game esport pertama Indonesia bergenre “Multiplayer Online Battle Arena”, atau sering dikenal dengan MOBA, yang baru dirilis pada 2020 lalu. Uniknya, nama “Lokapala” berasal dari bahasa Sanskerta, yakni “Loka” yang berarti dunia, dan “Pala” yang artinya penjaga.
“Lokapala menjadi satu-satunya game lokal yang ikut serta pada eksibisi PON XX di Papua kemarin. Kami mendapatkan dukungan dari KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Meskipun ada beberapa kendala, tapi berkat dukungan KONI, kami akhirnya bisa terlibat dalam kompetisi tersebut,” ungkap Sinta Ridwan selaku Research and Development Anantarupa Studios.
Keunikan Lokapala tidak hanya dari namanya saja, namun juga tampilannya. Pasalnya, game buatan lokal ini dilengkapi dengan berbagai unsur kebudayaan khas Indonesia, baik dari item, nama tempat, hingga para “Ksatriya” asli Indonesia.
Beberapa Ksatriya atau hero di game Lokapala: Saga of The Six Realms terinspirasi dari Gatot Kaca, Gajahmada, dan Raden Wijaya. Bahkan, Lokapala juga menghadirkan beberapa makhluk mitologi lainnya, seperti Garuda hingga Barong.
Menariknya lagi, Lokapala: Saga of The Six Realms juga menjadi satu-satunya game esport yang mengenalkan kembali budaya dan sejarah Indonesia, yang mungkin sudah dilupakan oleh generasi milenial. Sehingga, diharapkan permainan game lokal buatan Indonesia ini dapat membentuk karakter anak bangsa.
“Kami mengembangkan Lokapala pada pertengahan 2018 lalu. Prosesnya dimulai dari mengumpulkan cerita dan karakter, lalu semua kami jadikan aset. Banyak sumber yang kami ambil pada proses ini, termasuk dari buku digital dan internet. Aset ini lalu kami bentuk menjadi 3D. Lalu kami sama-sama merancang fokus game ini mau seperti apa. Intinya Lokapala memang dibuat dengan banyak memasukkan unsur budaya, sejarah, mitologi Indonesia,” sambung Ninoi Kiling yang juga Research and Development Anantarupa Studios.
Tampilan antar muka Game Lokapala. (Foto: Arsip Anantarupa Studios)
Gameplay Lokapala: Saga of The Six Realms
Selain tampilan dan tokoh di dalamnya, alur permainan Lokapala: Saga of The Six Realms juga sangat menarik. Sebelum bermain, kita akan disambut dengan narasi pengantar permainannya. Bahkan, sejak permainan dimulai, kita akan dikenalkan lebih jauh tentang kisah di balik para Ksatriya di Lokapala, berdasarkan pada kisah mitologi, sejarah, hingga budaya yang berkembang di Indonesia.
Yang menarik, “Lokapala mengambil nilai universal yang terdapat pada Candi Borobudur hingga pada masa Kerajaan Majapahit. Pada fitur ‘Pusataka’ kami memasukkan informasi mengenai latar belakang Lokapala agar para pemain tahu, misalnya dari prasasti mana karakter ini diambil dan sebagainya. Ini termasuk cara kami memperkenalkan kembali budaya nusantara kepada generasi muda. Sebab, menurut saya, game sekarang bukan hanya sebuah produk, tapi juga sebagai medium yang tepat untuk menyentuh generasi millennial,” papar Ivan Chen yang menjabat sebagai CEO Anantarupa.
Secara spesifik terdapat tiga mode permainan yang bisa dipilih, yaitu classic battle, ranked mode, dan custom. Jika memilih ranked mode, nantinya setiap kita harus menyelesaikan serangkaian roadmap esport, yang akan menjadi tempat untuk berkompetisi dan mengejar peringkat.
Layaknya game MOBA pada umumnya, Lokapala: Saga of The Six Realms mengharuskan kita menghancurkan tower milik lawan untuk mendapatkan kemenangan. Tak lupa, untuk menambah greget dalam game ini juga tersedia berbagai item menarik yang bisa digunakan.
Fakta-Fakta Menarik Game Lokapala
Lokapala: Saga of The Six Realms tak hanya sekadar game lokal yang kental dengan budaya dan sejarah Indonesia. Namun masih ada banyak fakta menarik dari game MOBA lokal kebanggaan Indonesia ini.
Demi menyempurnakan game-nya, pihak developer menjalin kerjasama dengan beberapa pihak profesional. Dalam mengisi background musik contohnya, dibantu komposer Elwin Music, kemudian untuk karakter karakter “Gia” dibantu dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia, dan juga bekerjasama dengan INharmonic untuk pembuatan sound effect dan audio implementations.
Bukan hanya itu saja, konon Lokapala: Saga of The Six Realms termasuk game yang bisa dimainkan pada smartphone dengan spesifikasi rendah, namun tetap menonjolkan grafis yang berkualitas. Melihat beberapa keunggulan di atas, tidak heran jika Lokapala: Saga of The Six Realms berhasil diunduh lebih dari 1 juta kali melalui Google Play Store.
Tidak hanya masuk dalam PON Papua XX 2021, Lokapala juga termasuk game yang dipertandingkan dalam Piala Presiden Esports 2021. Menariknya lagi, hingga saat ini game Lokapala: Saga of The Six Realms menjadi game MOBA pertama di Asia Tenggara, lo!
“Kami ingin menjadikan Lokapala menjadi ‘agen budaya’ dalam culture diplomatic melalui bentuk game. Dengan adanya Lokapala, kami berharap bisa menaikkan ekspor permainan lokal buatan Indonesia ke berbagai negara dan tentu saja mengembangkan industri game lokal agar bisa bersaing dengan negara lain,” tutup Ivan Chen.
Melihat segala prestasi tersebut, sudah seharusnya kita #BanggaBuatanIndonesia, bukan?
Foto Cover: Tampilan antar muka Lokapala. (arsip Anantarupa Studios)


Berita Terkait
rekomendasi berita

Transformasi Musik Dangdut dari Masa ke Masa

rekomendasi berita

Program Pengembangan Talenta Digital Kreatif di Indonesia

rekomendasi berita

Indonesia Bersiap Menjadi Destinasi Fashion Muslim Dunia