Beranda >> ragam ekonomi kreatif >> Sekolah Coding Kunci Sukses Revolusi Industri 4.0
banner foto

Sekolah Coding Kunci Sukses Revolusi Industri 4.0

aplikasi dan pengembang permainan

1

12 Maret 2021 oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI
503
Tak dapat dipungkiri jika perkembangan teknologi sangat pesat dan cepat. Hal ini memicu pertumbuhan salah satu subsektor ekonomi kreatif, yaitu aplikasi dan pengembang permainan. Subsektor ini bahkan dinilai memiliki potensi besar dan menjadi salah satu subsektor yang akan menyumbangkan pendapatan tinggi di masa depan.
Secara paralel, kemajuan perkembangan subsektor aplikasi dan pengembang permainan juga dipicu semakin banyaknya kemunculan sekolah coding di Indonesia. Sekolah informal ini bertujuan untuk mempelajari pemrograman untuk pembuatan aplikasi atau website sebagai “rumah” digital untuk berbagai manfaat.
Sekolah coding diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas dalam digitalisasi. Sekadar ilustrasi, guna mendukung 1.000 startup di Indonesia, maka sekurangnya dibutuhkan sekitar 100.000 programmer.
Di negara-negara tetangga bahkan kegiatan belajar coding sudah dilakukan di sekolah formal. Misalnya di Singapura, yang mulai menjadikan coding sebagai kurikulum wajib bagi siswa sekolah dasar (SD).
Di Indonesia meski coding belum menjadi mata pelajaran wajib untuk siswa di sekolah, pemerintah sudah mulai menyelenggarakan sekolah coding gratis. Salah satunya adalah sekolah coding L’Academie yang bekerja sama dengan perusahaan Prancis.
Keberadaan sekolah coding gratis diharapkan dapat melahirkan banyak SDM berkualitas di Indonesia. Sekolah coding gratis tersebut telah diikuti 150 peserta didik yang akan mengikuti program pembelajaran selama tiga tahun. Ke depan, sekolah coding menjadi kunci sukses Revolusi Industri 4.0.
Sekolah coding bagi anak-anak sudah banyak di Indonesia. (Foto: Shutterstock/Phil S Mommy)
Perkembangan Pendidikan dan Sekolah Coding di Indonesia
Kemenparekraf/Baparekraf juga membuat program sekolah coding yang dinamakan Coding Mum. Sekolah coding awalnya ditujukan khusus bagi ibu rumah tangga, penyandang difabel, serta para pekerja. Namun kemudian diperluas untuk anak-anak di panti asuhan dan pesantren.
Banyak hal yang diajarkan dalam program Coding Mum, mulai dari membuat website, pemrograman, edukasi copywriting, hingga digital marketing. Ilmu tersebut diharapkan akan berguna untuk meningkatkan penghasilan melalui keterampilan digital yang memadai.
Menurut laporan Ekonomi Kreatif Outlook 2019, pada tahun 2016 kegiatan Coding Mum sudah diselenggarakan di lebih dari enam kota di Indonesia. Sebagai salah satu kunci sukses dalam bersaing di era Revolusi Industri 4.0, para pelaku industri kreatif dapat mulai memanfaatkan sekolah coding sebagai bagian dari usaha beradaptasi dengan lingkungan digital.
Dari sisi pendidikan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menyebutkan bahwa sangat dimungkinkan memasukkan coding ke dalam kurikulum sekolah. Karena peran pentingnya, coding akan menjadi empat kemampuan wajib yang harus ada dalam setiap kurikulum nasional, yaitu; bahasa Inggris, statistik, psikologi, dan bahasa pemrograman atau coding.
Foto Cover: Ilustrasi Coding (Shutterstock/Dragon)


Berita Terkait
rekomendasi berita

Transformasi Musik Dangdut dari Masa ke Masa

rekomendasi berita

Program Pengembangan Talenta Digital Kreatif di Indonesia

rekomendasi berita

Indonesia Bersiap Menjadi Destinasi Fashion Muslim Dunia