Beranda >> ragam ekonomi kreatif >> Sektor Parekraf Bertahan di Tengah PPKM Darurat
banner foto

Sektor Parekraf Bertahan di Tengah PPKM Darurat

0

12 Juli 2021 oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI
234
Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat telah ditetapkan sejak tanggal 3 Juli sampai dengan 20 Juli 2021. PPKM Darurat ini berlaku di seluruh area Jawa dan Bali. Salah satu dampak dari PPKM darurat adalah penutupan destinasi wisata.
Meski demikian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendukung penuh kebijakan tersebut. Sebagai tindak lanjut, Sandiaga menginstruksikan agar seluruh destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif di Indonesia untuk ditutup sementara.
Sejumlah langkah mitigasi PPKM Darurat pun disiapkan. Salah satunya melalui pemberian bantuan insentif. Bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan ekosistemz pariwisata dan ekonomi kreatif. Pelaksanaannya dilakukan secara maksimal dengan tepat sasaran, bermanfaat, dan tepat waktu.
Menparekraf juga berharap selama PPKM Darurat ini pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif tak berhenti secara total dan menyerah. Alih-alih situasi ini digunakan untuk memperkuat konsep keberlanjutan guna mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Tidak hanya itu, Menparekraf Sandiaga Uno juga mendorong agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat memanfaatkan digitalisasi untuk tetap berkarya selama PPKM Darurat.
Cara pelaku Parekraf bertahan di tengah PPMK Darurat.
Digitalisasi Sektor Parekraf
Selama PPKM Darurat, Menparekraf mengimbau agar para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat melihatnya sebagai peluang. PPKM darurat dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan dan beradaptasi dalam mengembangkan usaha dengan memanfaatkan digitalisasi.
Pemanfaatan digitalisasi ini dapat digunakan sebagai sarana berjualan dan promosi bagi produk-produk ekonomi kreatif (ekraf). Pasalnya keterampilan memasarkan dan menjual secara daring sudah seharusnya menjadi hal yang dikuasai bagi para pelaku ekraf saat ini. Tidak hanya itu, keterampilan membuat konten-konten yang menarik juga harus ditingkatkan untuk mencari perhatian konsumen. Saat ini kreativitas pemasaran menjadi hal pertama yang akan dilirik konsumen, selain kualitas produk.
Sandiaga Uno menambahkan, jika Indonesia merupakan pasar e-commerce terbesar di kawasan Asia Tenggara. Artinya masih besar kesempatan produk-produk ekraf untuk menguasai pasar e-commerce tanah air.
Maka untuk mewujudkan hal tersebut, beberapa upaya dilakukan oleh Kemenparekraf/Baparekraf guna membuat pelaku sektor parekraf melek digital. Salah satunya adalah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan kualitas dan tingkat onboarding bagi pelaku ekonomi kreatif. Hal ini bisa kita lihat dari kencangnya kampanye Bangga Buatan Indonesia dan Beli Kreatif Lokal yang didukung oleh platform seperti Gojek, Grab, Shopee, dan sebagainya.
Selain itu aspek inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan berbagai stakeholders terkait juga diupayakan pemerintah untuk membantu pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata dalam menghadapi PPKM Darurat.
Foto Cover: Ilustrasi penutupan destinasi wisata saat PPKM Darurat. (Shutterstock/Denis Moskvinov)


Berita Terkait
rekomendasi berita

Program Pengembangan Talenta Digital Kreatif di Indonesia

rekomendasi berita

Indonesia Bersiap Menjadi Destinasi Fashion Muslim Dunia

rekomendasi berita

Aplikasi Editing Video di Smartphone untuk Pemula