Beranda >> ragam ekonomi kreatif >> Sinergitas Pentahelix Dalam Masyarakat Fotografi Indonesia
banner-foto

Sinergitas Pentahelix Dalam Masyarakat Fotografi Indonesia

fotografi

0

23 Februari 2021 oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI
507
Masyarakat Fotografi Indonesia (MFI) merupakan wadah kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam dunia fotografi. Pemangku kepentingan tersebut meliputi praktisi fotografi, akademisi, pelaku bisnis, media, dan pemerintah. MFI dibentuk atas hasil deklarasi dari Kongres Fotografi Indonesia. Pada 2014, pembentukannya secara langsung diresmikan oleh Ibu Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia saat itu.
Peran Masyarakat Fotografi Indonesia sangat vital dalam industri kreatif. Sejarah berdirinya MFI tidak bisa dipisahkan dari rencana strategis masuknya fotografi sebagai 15 subsektor ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh Kemenparekraf saat itu.
Pembukaan Kongres Fotografi Indonesia oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Mari Elka Pangestu. (Foto: Dokumentasi MFI)
Pembukaan Kongres Fotografi Indonesia oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Mari Elka Pangestu. (Foto: Dokumentasi MFI)
Persiapan Kongres Fotografi Indonesia yang diiniisiasi pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tercetus dalam Forum Group Discussion (FGD). Kongres Fotografi Indonesia pertama yang diselenggarakan di Sasana Balairung Soedarman dan Hotel Amaris ini, dihadiri oleh 80 peserta, terdiri dari perwakilan kelima unsur pentahelix yang mewakili pemerintah, pelaku/komunitas, industri, pendidikan, dan media.
Berdasarkan Deklarasi Kongres Fotografi Indonesia tersebut, tercetuslah beberapa peran Masyarakat Fotografi Indonesia dalam industri ekonomi kreatif, yaitu sebagai wadah untuk memayungi, mendorong kerja sama, mitra strategis bagi pemerintah dan industri, serta melakukan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam sektor fotografi, guna mengembangkan fotografi di Indonesia.
Dalam strukturnya, MFI juga memiliki Dewan Kehormatan dan Dewan Pengawas yang terdiri dari sejumlah pihak dari kelima unser pentahelix, meliputi pemerintah, pelaku/komunitas, pelaku industri, pelaku pendidikan, dan pelaku media.
Ilustrasi produksi fotografi produk untuk periklanan dan pemasanan. (Foto: Shutterstock/RawPixel.com)
Ilustrasi produksi fotografi produk untuk periklanan dan pemasanan. (Foto: Shutterstock/RawPixel.com)
Sinergi Pentahelix Kunci Sukses Industri Kreatif Indonesia
Untuk mewujudkan kesuksesan ekonomi kreatif Indonesia, sinergi pentahelix merupakan kunci utamanya. Karena kekuatan pembangunan suatu negara atau wilayah tidak akan terwujud tanpa kolaborasi dari semua elemen yang ada, baik dari pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, serta media.
Saat ini, fotografi menjadi bagian yang tidak dapat terlepas dari 17 Subsektor Ekonomi Kreatif. Keberadaan fotografi lebih dari sekadar karya seni, fotografi juga memiliki peran sentral dalam keberlangsungan sektor ekonomi kreatif. Bahkan, sektor fotografi dapat diandalkan sebagai lokomotif untuk kebangkitan industri kreatif di Indonesia.
Di era digital seperti saat ini, konsumsi masyarakat akan fotografi terus meningkat. Sebuah foto berperan penting dalam pertimbangan kebutuhan masyarakat akan suatu produk. Terlebih, menjamurnya berbagai platform media sosial berbasis foto menjadi satu alasan mengapa sektor fotografi memiliki potensi yang menjanjikan.
Berbagai sektor bisnis di Indonesia, khususnya dalam bidang fashion, kuliner, wisata, periklanan, dan arsitektur menuntut peran serta subsektor fotografi dalam memengaruhi pasar. Ditambah lagi, beralihnya pola pembelian masyarakat dari cara konvensional ke bentuk digital, menuntut kualitas dari setiap hasil fotografi.
Pada sektor pariwisata, fotografi memegang peranan vital dalam proses pemasaran suatu destinasi wisata. Menampilkan karya fotografi menjadi cara terbaik untuk mempromosikan keunggulan destinasi wisata Indonesia.
Kesuksesan subsektor fotografi juga mendukung kemajuan dari sektor-sektor lain dalam industri kreatif. Untuk itu, pengembangan dari subsektor ini juga harus menjadi fokus utama, sehingga tercetuslah Masyarakat Fotografi Indonesia.
Dibutuhkan upaya gotong royong pentahelix dalam masyarakat fotografi indonesia dari seluruh elemen, untuk menjadikan fotografi sebagai harapan baru bagi subsektor ekonomi kreatif. Tidak hanya MFI dan pemerintah yang berperan besar dalam perwujudan hal ini. Pemilik bisnis, utamanya yang berhubungan langsung dengan kebutuhan fotografi, akademisi, media, dan elemen lain diharapkan mampu berpartisipasi.
Sumbangsih dari subsektor fotografi untuk kenaikan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara diprediksi akan terus naik pada tahun-tahun ke depan. Mengingat, fotografi menjadi sektor yang laris di kalangan milenial, serta beralihnya mayoritas sektor pemasaran ke ranah digital.
Melalui MFI diharapkan sektor fotografi di Indonesia dapat menjadi salah satu pendorong kekuatan baru ekonomi kreatif Indonesia. Selain itu, bidang fotografi juga mampu bersaing secara kompetitif di dunia internasional dengan kualitas yang tinggi.
Foto Cover: Shutterstock/Anom Harya


Berita Terkait
rekomendasi berita

Rendang dan Nasi Goreng Makanan Terenak di Dunia, Daya Tarik Pariwisata Indonesia

rekomendasi berita

Industri Televisi dan Radio di Indonesia Tetap Berkembang di Era Digital

rekomendasi berita

Laris Manis Bisnis Kuliner di Indonesia dari Waktu Ke Waktu

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia

Jl. Medan Merdeka Barat No.17, RT.2/RW.3, Gambir, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110, Indonesia

Telp : (021) 3838552

©Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia