Beranda >> ragam ekonomi kreatif >> Situs BioskopOnline.com Menjadi Bioskop Alteratif Bagi Penggemar Film Indonesia Saat Pandemi
banner-foto

Situs BioskopOnline.com Menjadi Bioskop Alteratif Bagi Penggemar Film Indonesia Saat Pandemi

0

22 Februari 2021 oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI
389
Termasuk dalam sektor yang paling terdampak pandemi COVID-19, industri kreatif dipaksa memutar otak untuk memberikan inovasi terbaru. Upaya untuk tetap eksis di tengah pandemi juga dilakukan oleh sektor industri kreatif pada subsektor film, animasi, dan video dengan menciptakan bioskop daring.
Inovasi bioskop daring membawa angin segar bagi sineas, distributor, dan pecinta film Indonesia. Pasalnya, sejak pandemi COVID-19 melanda, pertumbuhan industri perfilman tergolong lesu. Adanya anjuran menjaga jarak membuat bioskop konvensional harus ditutup sementara waktu pada awal masa pandemi.
Kebijakan tersebut jelas berdampak sangat besar terhadap industri film Indonesia. Terlebih, subsektor film, animasi, dan video adalah salah satu lokomotif kemajuan industri kreatif di Indonesia. Sebelum pandemi COVID-19 melanda, subsektor film, animasi, dan video memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap ekonomi negara.
Tren perkembangannya terus naik dari tahun ke tahun. Bahkan berdasarkan laporan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif 2015-2017 yang dikutip dari OPUS Ekraf 2020, subsektor film, animasi, dan video berhasil menyumbang sebesar Rp1,808 triliun terhadap PDB nasional.
Merujuk dari potensi tersebut, tidak heran jika pada 2018 jumlah layar di Indonesia terus bertambah. Mengutip dari investindonesia.go.id, pada 2018 jumlah layar di Indonesia sebanyak 1.680 layar atau meningkat tajam 19% dibanding jumlah layar tahun 2017 yang hanya sebanyak 1.412 layar.
Capaian ini membuat seluruh elemen yang terlibat, baik pemerintah, pelaku industri kreatif, maupun masyarakat, optimis akan terus ada kenaikan di tahun-tahun setelahnya. Namun sejak pandemi COVID-19 melanda, capaian angka yang telah diproyeksikan belum bisa terealisasi secara optimal.
Meski begitu, pelaku industri kreatif di bidang film Indonesia tidak patah semangat. Kolaborasi antara sineas Indonesia dan distributor film, berhasil melahirkan inovasi kreatif berupa situs bioskoponline.com yang merupakan layanan Transactional Video On Demand (TVOD) untuk karya-karya terbaik anak bangsa. Bioskoponline.com menjadi alternatif baru bagi para pelaku perfilman untuk terus berkarya, dan menjadi alternatif tontonan bagi masyarakat penggemar film Indonesia.
Pandemi dan Tren Baru Menonton Film
Anjuran untuk melakukan karantina mandiri akibat pandemi COVID-19 memunculkan berbagai tren baru di masyarakat. Salah satunya adalah tren menonton film dari rumah. Bisnis layanan over the top (OTT) streaming film diprediksi akan meraup keuntungan.
Kemungkinan besar tren menonton secara daring akan terus berlanjut seiring belum sepenuhnya bioskop dibuka guna mengurangi penyebaran virus COVID-19, sekaligus menyukseskan program vaksinasi nasional. Bahkan diperkirakan tren menonton film secara daring tetap diminati meski pandemi telah usai.
Prediksi ini lahir karena bioskoponline.com menawarkan berbagai kelebihan dibandingkan bioskop konvensional. Kelebihan pertama dari bioskoponline.com adalah harga sewanya yang jauh lebih terjangkau. Biaya yang dipatok untuk menonton film pada situs bioskoponline.comhanya berkisar setengah hingga seperempat dari harga normal tiket di bioskop konvensional.
Pada situs bioskoponline.com, penonton hanya perlu membayar mulai dari harga Rp5.000 hingga Rp10.000 untuk satu film. Faktor harga yang terjangkau ini diperkirakan akan menjadi alasan pecinta film betah memanfaatkan situs bioskop daring tersebut meski pandemi telah usai.
Tidak berhenti di sana, mudahnya akses bioskoponline.com juga menjadi alasan lain penonton mulai beralih menggunakan situs untuk menonton film. Sebab, dalam beberapa tahun ke depan kebutuhan masyarakat akan hal-hal yang praktis akan terus meningkat.
Foto: Tangkapan layar situs bioskoponline.com
Foto: Tangkapan layar situs bioskoponline.com
Potensi Besar Ekonomi Kreatif Melalui Bioskop Online
Perubahan tren menonton film dari offline ke online memberikan sinyal positif bagi industri film Indonesia. Keberadaan situs bioskoponline.com membawa nafas baru bagi perkembangan subsektor industri kreatif ini.
Layanan bioskop online menawarkan potensi pasar yang besar, khususnya bagi industri film di tengah kondisi pandemi. Meskipun banyak situs ilegal yang menawarkan film secara gratis, keberadaan bioskoponline.com tetap jadi pilihan. Pasalnya, situs legal menawarkan kenyamanan dengan menghindarkan penontonnya dari iklan maupun malware yang berisiko merusak perangkat.
Keberhasilan bioskop online menjadi alternatif baru untuk terus berkarya pada gilirannya memunculkan potensi pasar yang baru. Dikutip dari laman Hai Grid, film Indonesia berjudul Story of Kale: When Someone’s in Love berhasil ditonton lebih dari 100 ribu penonton melalui laman bioskoponline.com. Pencapaian ini menunjukkan awal yang baik untuk eksistensi konten orisinal yang dihadirkan bioskoponline.com.
Hingga saat ini, jumlah penonton dari film yang disutradarai Angga Sasongko tersebut masih terus naik. Raihan angka yang fantastis ini menunjukkan jika eksistensi subsektor film Indonesia masih sangat cerah, meskipun di tengah ancaman pandemi.
Tak hanya Story of Kale: When Someone’s in Love, situs bioskoponline.com juga menyajikan berbagai film khusus Indonesia. Beberapa film tersebut antara lain Filosofi Kopi 2, Ziarah, Keluarga Cemara, Turah, dan masih banyak lagi. Berbekal akses internet dan membayar tiket menonton sebesar Rp10.000 melalui dompet digital, penonton sudah dapat menikmati film berkualitas karya sineas tanah air.
Keberadaan situs bioskoponline.com diharapkan dapat menjadi alternatif yang baik di tengah pandemi ini, sambil menantikan proses berjalannya program vaksinasi COVID-19 secara nasional. Eksistensi bioskoponline.com diharapkan menjadi solusi terbaik, tidak hanya bagi para pecinta film yang ingin memenuhi kebutuhan akan hiburan, namun para pelaku industri kreatif film Indonesia dapat terus berkarya.
foto cover:
Shutterstock/Mr. Whiskey


Berita Terkait
rekomendasi berita

KriyaNusa, Pameran Kriya Terbesar di Indonesia Sebagai Wadah Promosi UMKM

rekomendasi berita

Perpaduan Anggun Modest Fashion dengan Kain Nusantara

rekomendasi berita

Kemenparekraf/Baparekraf Beri Dukungan Program 1.000 Startup Digital

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia

Jl. Medan Merdeka Barat No.17, RT.2/RW.3, Gambir, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110, Indonesia

Telp : (021) 3838552

©Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia