Beranda >> ragam pariwisata >> Bali Siap Sambut Wisatawan!
banner foto

Bali Siap Sambut Wisatawan!

Pariwisata

3

18 Juni 2021 oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI
1263
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebut Bali siap sambut wisatawan! Hal ini bisa dilihat dari kesiapan yang telah dilakukan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.
Bukti bahwa Bali sudah siap sambut wisatawan salah satunya dari proses vaksinasi COVID-19 di Bali yang telah mencapai 70 persen. Diharapkan menjadi langkah awal untuk memulihkan sektor pariwisata di Indonesia akibat pandemi COVID-19.
Tak kalah penting, persiapan Bali dalam menyambut wisatawan tidak bisa dipisahkan dari pembangunan infrastruktur yang memadai. Selain itu, industri pariwisata di Bali juga sudah mempersiapkan sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) untuk memberi jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.
Bali Aman untuk Staycation dan Workation
Adanya pandemi COVID-19 mengharuskan kita bekerja dari rumah (Work From Home). Perubahan ritme bekerja ini pun menjadi langkah awal dibentuknya Work From Bali, yang akan menjadi pertolongan pertama dalam sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Bali.
Work From Bali menjadi bentuk adaptasi skema bekerja konvensional ke digital nomad. Digital nomad merupakan kondisi di mana seseorang bekerja di lokasi yang berbeda dengan tempat perusahaannya.
Salah satu versi digital nomad adalah workation yang menggabungkan antara bekerja dan liburan guna meningkatkan produktivitas bekerja. Adanya tren workation dirasa sangat cocok diterapkan di Bali, berkat keindahan alam dan infrastruktur telekomunikasi yang mumpuni.
Lokasi Zona Hijau di Bali
Dibukanya kembali pintu pariwisata juga didukung dengan ditetapkan lokasi zona hijau di Bali. Sudah ada tiga wilayah di Bali yang ditetapkan sebagai Zona Hijau Bebas COVID-19, yaitu Ubud (Kabupaten Gianyar), Nusa Dua (Kabupaten Badung), dan juga Sanur (Kota Denpasar). Penetapan zona hijau ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman wisatawan yang berkunjung.
Selain itu Menparekraf Sandiaga Uno juga akan membuka pariwisata Bali melalui kebijakan Travel Corridor Arrangement (TCA). Saat ini TCA telah memasuki tahap finalisasi uji coba penerimaan wisatawan mancanegara pada Juli 2021.
Menparekraf Sandiaga Uno terus berkoordinasi dengan Kementerian dan lembaga terkait terutama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kesehatan, Satgas COVID-19, dan Pemerintah Provinsi Bali agar TCA dapat berjalan tepat waktu.
Nantinya syarat wisatawan mancanegara yang diperbolehkan mengikuti TCA antara lain: sudah divaksin, lolos tes PCR sebelum berangkat dan kedatangan, serta berwisata di zona hijau (Sanur, Ubud, dan Nusa Dua).
Ilustrasi: Setiap kawasan wisata di Bali sudah dilengkapi dengan sarana protokol kesehatan yang dapat digunakan para wisatawan.(Shutterstock/Pande Putu Hadi Wiguna)
Kesiapan Bali Secara Menyeluruh Menyambut Wisatawan
Selain pemberian sertifikasi CHSE kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali, tentunya juga dibarengi dengan kesiapan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyediakan fasilitas seperti rumah sakit rujukan, hingga informasi seputar COVID-19 di Bali.
Pertama, ketiga kawasan zona hijau di Bali telah dilengkapi dengan prasarana penunjang kesehatan. Contohnya di Nusa Dua ada BMC Hospital yang bertaraf internasional. Kemudian di Sanur terdapat Rumah Sakit Bali Mandara yang juga sekaligus menjadi rumah sakit rujukan COVID-19. Di daerah Ubud yang memiliki Klinik Kenak Medika dan RS Ari Canti.
Selanjutnya, Bali juga masih terus melaksanakan program vaksinasi terutama untuk ketiga zona hijau yang hampir 100 persen divaksin. Dengan terus berjalannya vaksinasi, diharapkan dapat menciptakan herd immunity di Bali.
Fasilitas lain yang dihadirkan adalah dibangunnya laboratorium khusus COVID-19 yang telah tersertifikasi global di Bali. Hadirnya laboratorium khusus COVID-19 ini merupakan dukungan infrastruktur kesehatan berstandar internasional yang akan membangkitkan pariwisata Bali. Laboratorium ini dirancang khusus sebagai lab yang fokus pada PCR swab test, antigen swab test, tes serologi, serta pengujian lain yang berhubungan dengan COVID-19 agar hasilnya cepat dan akurat.
Apabila ada wisatawan yang sakit disediakan jalur layanan kesehatan khusus yang diinisiasi satgas COVID-19 Bali di hotline: 1500451 atau nomor WhatsApp 085792240799. Atau juga dapat mengunjungi situs infocorona.baliprov.go.id.
Foto Cover: Kegiatan keagamaan dan kebudayaan di Bali sudah menerapkan protokol kesehatan. (Shutterstock/Adi Dharmawan)


Berita Terkait
rekomendasi berita

Desa Wisata Sangiran Menawarkan Situs Purbakala dan Wisata Sejarah yang Kental

rekomendasi berita

Pasar Seni Kakilangit Sajikan Kuliner Jadul Khas Yogyakarta

rekomendasi berita

Desa Wisata Cikolelet dan Sukarame Potensi Baru Pariwisata Banten