Beranda >> ragam pariwisata >> Storynomics Tourism dari Cerita Rakyat Populer Indonesia
banner foto

Storynomics Tourism dari Cerita Rakyat Populer Indonesia

Storynomics Tourism

3

8 Juli 2021 oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI
233
Storynomics tourism diharapkan menjadi daya tarik baru bagi potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Pasalnya, Indonesia memiliki kekuatan besar dalam mempromosikan destinasi wisata dengan mengedepankan narasi tersebut.
Modal penting dalam pendekatan storynomics tourism adalah cerita rakyat populer atau legenda dari suatu destinasi wisata. Berikut ini adalah 5 destinasi wisata di Indonesia yang terkenal akan cerita rakyat populer di belakangnya:
Rambut Gimbal Sikidang Dieng, Jawa Tengah
Kawah Sikidang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Pesona Kawah Sikidang bukan hanya fenomena vulkanologi berupa air belerang yang mendidih. Tapi sebuah storynomics tourism menarik dari rambut gimbal yang dialami sebagian anak setempat.
Hingga saat ini fenomena tersebut masih terus berlangsung dan belum ditemukan penjelasan secara ilmiah. Menurut kepercayaan masyarakat Dieng, anak-anak berambut gimbal merupakan titipan dari Kiai Kolodete. Ia merupakan seorang punggawa pada masa Mataram Islam, dan mendapatkan wahyu dari Ratu Pantai Selatan untuk menyejahterakan masyarakat Dieng.
Sebagai penanda, ia menjadikan rambut gimbal sebagai tolok ukur kesejahteraan masyarakat Dieng. Sejak saat itulah selalu muncul anak-anak berambut gimbal di Dieng. Karena dianggap sebagai titipan penguasa alam. Umumnya anak-anak dengan rambut gimbal ini akan dimanja orang tuanya. Mereka harus menjalani ruwatan terlebih dahulu agar rambutnya tak lagi gimbal.
Biasanya proses ruwat rambut anak gimbal di Dieng digelar layaknya upacara adat yang rutin digelar setiap bulan Agustus. Uniknya sebelum rambut anak gimbal dipotong, para orang tua harus menuruti segala keinginan si anak.
Danau Kaco, Jambi
Berada di Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Danau Kaco memiliki air sejernih kaca dan akan tampak semakin indah pada malam hari. Berbeda dengan danau lain di Indonesia, Danau Kaco di Jambi dapat memantulkan cahaya terang malam hari khususnya saat bulan purnama.
Namun di balik keindahan tersebut, Danau Kaco juga menyimpan cerita legenda yang dapat menjadi modal storynomics tourism yang baik. Menurut legenda setempat, konon dahulu hidup seorang raja yang bernama Raja Gagak. Ia memiliki seorang putri cantik jelita bernama Putri Napal Melintang.
Karena kecantikan inilah banyak pangeran yang menitipkan upeti berupa emas dan intan sebagai tanda ikatan janji. Raja Gagak yang sangat tamak menerima semua upeti tersebut. Hingga suatu ketika Raja Gagak kebingungan memilih pangeran mana yang dapat mempersunting putrinya.
Sang Raja akhirnya membawa lari sang putri dan menyembunyikan intan dari para pangeran di dasar danau. Menurut masyarakat setempat, upeti tersebutlah yang membuat dasar Danau Kaco berkilauan hingga saat ini.
Ilustrasi seorang anak tengah bermain perahu karet di kawasan Baturaden, Jawa Tengah. (Foto: Shutterstock/DedyGold)
Anak Raden di Baturaden, Jawa Tengah
Menjadi salah satu lokasi andalan pariwisata Indonesia di Jawa Tengah, Baturaden juga menyimpan storynomic tourism yang romantis sekaligus tragis. Menurut cerita, kata Baturaden tercetus dari nama sepasang kekasih yang tidak direstui cintanya. Raden adalah nama putri raja yang jatuh cinta kepada Batur, perawat kuda kerajaan.
Keduanya menjalin hubungan secara diam-diam lantaran tak mendapatkan restu dari sang Raja. Hingga suatu hari Batur dan Raden memutuskan kawin lari dan dianugerahi seorang anak. Namun pelarian keduanya diketahui pihak kerajaan dan sang putri dijemput paksa. Penjemputan ini menimbulkan pertempuran yang menewaskan Batur akibat tancapan keris sang Raja.
Melihat kejadian ini, Raden pun ikut bunuh diri dengan menancapkan keris ke tubuhnya. Konon, kisah cinta sejati inilah yang membuat kawasan wisata tersebut dinamai Baturaden.
Air Terjun Coban Rondo, Jawa Timur
Berlokasi di Kecamatan Pujon, Malang, Air Terjun Coban Rondo tidak pernah sepi dari wisatawan. Selain keindahan, Coban Rondo juga menyimpan materi storynomic tourism yang luar biasa menarik.
Cerita legenda yang berkembang mengenai Air Terjun Coban Rondo berawal dari sepasang pengantin baru. Sang perempuan bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi, dan suaminya Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro.
Dalam perjalanan menuju Gunung Anjasmoro keduanya bertemu dengan Joko Lelono. Ia terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati, dan berniat untuk merebutnya dari Raden Baron. Perkelahian pun terjadi, dan Dewi Anjarwati bersembunyi di bawah sebuah air terjun. Namun perkelahian ini akhirnya menewaskan Joko Lelono dan Raden Baron.
Karena suaminya meninggal, Dewi Anjarwati berstatus janda (rondo dalam bahasa Jawa). Hal ini membuat air terjun tempat Dewi Anjarwati menunggu suaminya disebut dengan Air Terjun Coban Rondo.
Pohon Jodoh Kebun Raya Bogor, Jawa Barat
Dengan luas area sekitar 87 hektare Kebun Raya Bogor memiliki 12.531 spesimen tumbuhan. Namun di balik fakta-fakta menarik terkait koleksi flora Kebun Raya Bogor, destinasi wisata yang menjadi ikon kota Bogor ini juga memiliki potensi storynomic tourism.
Hal Ini berkaitan dengan sepasang pohon di Kebun Raya Bogor yang disebut Pohon Jodoh. Pohon ini sebenarnya adalah pohon beringin putih yang disebut “pohon wanita”, dan pohon meranti tembaga yang disebut “pohon pria”.
Mitosnya, jika ada sepasang kekasih yang datang ke pohon jodoh tersebut, maka hubungannya akan langgeng. Pasalnya, kedua pohon cukup langgeng berdampingan di Kebun Raya Bogor sejak 1866. Makanya tak heran jika dilambangkan sebagai jodoh yang awet.
Foto Cover: Ilustrasi pemotongan rambut gembel (gimbal) di Dieng. (Shutterstock/Dany Kurniawan)


Berita Terkait
rekomendasi berita

Destinasi Wisata Terasering di Indonesia

rekomendasi berita

Destinasi Wisata di Indonesia yang Ditetapkan Sebagai UNESCO Global Geoparks

rekomendasi berita

Digital Nomad, Tren Pariwisata di Indonesia