Beranda >> rumah difabel >> Gol A Gong: Penulis Difabel dan Duta Baca Indonesia
banner foto

Gol A Gong: Penulis Difabel dan Duta Baca Indonesia

0

9 September 2021 oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI
260
Pemilik nama asli Heri Hendrayana Harris ini merupakan pria kelahiran Purwakarta 58 tahun silam. Memiliki kekurangan secara fisik tidak lantas menjadi hambatan bagi Gol A Gong, sapaan akrabnya, untuk berkarya. 
Gol A Gong merupakan satu nama dari sekian banyak sosok difabel yang menginspirasi. Ia kehilangan tangan kirinya setelah jatuh dari pohon tinggi pada usia 11 tahun. Namun hal tersebut tak lantas membuatnya patah arang dan sedih berlarut.
Sejak kehilangan tangan kirinya, ayah Gol A Gong berpesan padanya untuk memperbanyak membaca. Selain menambah pengetahuan, berkat kegemarannya dalam membaca kini membawanya menjadi salah satu novelis terpopuler di Indonesia. Bahkan karya-karya Gol A Gong kerap masuk dalam jajaran buku Best Seller Indonesia. 
Pada 1998, Gol A Gong mendirikan sebuah komunitas kesenian bernama Rumah Dunia, yang terletak di Kota Serang, Banten. Konsep awal Rumah Dunia adalah taman bacaan, namun akhirnya berkembang menjadi tempat pelatihan kepenulisan dan pusat belajar literasi.
Selama lebih dari tiga dekade berkecimpung di dunia literasi Gol A Gong sempat terpilih sebagai Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Indonesia. Ia pun meraih beberapa penghargaan di antaranya: Nugra Jasadarma Pustaloka, Literacy Award, Anugerah Peduli Pendidikan, Tokoh Sastra Indonesia, Anugerah Kebudayaan Indonesia, dan Tokoh Penggerak Literasi. 
Bahkan pada 2020, karyanya yang berjudul Surat dari Bapak berhasil menyabet penghargaan “Literasi Anti Korupsi” dari KPK. Paling baru, pada April 2021, Gol A Gong dinobatkan oleh Perpustakaan Nasional sebagai Duta Baca Indonesia, dengan masa bakti hingga 2025. 
Torehan prestasi ini tidak dapat dipisahkan dari dedikasi, totalitas, dan semangat Gol A Gong di tengah keterbatasannya dalam bidang literasi. Kegemarannya dalam membaca diharapkan dapat menjadi motivasi bagi lebih banyak orang di Indonesia dalam mengenal literasi.
Gempa Literasi karya Gol A Gong dang Agus M. Ikhram.
Perangi Kebodohan Melalui Gerakan Gempa Literasi
Kecintaan Gol A Gong terhadap literasi terus berlanjut dan menginspirasinya untuk menyebarkan virus “Gempa Literasi”. Gerakan ini berangkat dari kegelisahan Gol A Gong terhadap budaya baca tulis yang sangat kurang di Indonesia.
Menurutnya, minat masyarakat Indonesia terhadap kegiatan membaca dan menulis masih sangat memprihatinkan. Hadirnya Gempa Literasi dimaksudkan sebagai aksi bersama untuk menghilangkan kebodohan melalui gerakan membaca dan menulis.
Nama Gempa Literasi sendiri dipilih dengan membawa catatan filosofis di baliknya. Menurut Gol A Gong, gempa selalu identik dengan hal-hal yang menghancurkan dan memorak-porandakan. Sedangkan literasi merujuk pada kemampuan berbahasa dan berkomunikasi. Jadi, makna Gempa Literasi adalah kebodohan yang diporak-porandakan dengan literasi.
Berbagai kegiatan dalam gerakan Gempa Literasi antaranya lain: literasi, pelatihan, hibah buku, aneka lomba literasi, bedah buku, peluncuran buku, penerbitan karya, hingga bazar buku murah. Semua program tersebut dibuat untuk menarik minat masyarakat sekaligus mempermudah banyak orang dalam mengakses literasi.
Karya Populer Gol A Gong
Dalam mengeluarkan karya sastra Gol A Gong sudah tidak perlu diragukan lagi. Beberapa karya Gol A Gong yang punya banyak penggemar adalah Tembang Kampung Halaman, Langit Tak Lagi Mendung, Rano Karno - Si Doel, Gelisah Camar Terbang, Menggenggam Dunia, hingga Surat dari Bapak.
Salah satu karya Gol A Gong yang sangat populer di era 1980-an, Balada Si Roy. Cerita bersambung yang terbit di majalah HAI ini seolah menjadi ikon remaja pada era 80-an. Membangkitkan nostalgia tersebut, Balada Si Roy pun akan dibuatkan versi filmnya yang rencananya akan tayang akhir 2021.
Kesuksesan Balada Si Roy menjadi salah satu bukti jika difabel bukanlah penghalang seseorang untuk berkarya di industri kreatif. Harapannya kesuksesan Gol A Gong ini dapat menginspirasi lebih banyak orang di Indonesia. Bukan hanya kalangan difabel, namun juga masyarakat umum agar lebih berminat dalam membaca dan menulis.


Berita Terkait
rekomendasi berita

Gol A Gong: Penulis Difabel dan Duta Baca Indonesia

rekomendasi berita

Desa Bengkala Bali: Desa Difabel yang Masyarakatnya Pandai Menari

rekomendasi berita

Destinasi Wisata Saksi Perjuangan Kemerdekaan