Yuk kuliah #DiPoltekparAja. SegeraKlik Disini
Siaran Pers : Menparekraf: Pelatihan dan Pendampingan Paling Ditunggu Pelaku Parekraf Untuk Bangkitkan Ekonomi

Siaran Pers : Menparekraf: Pelatihan dan Pendampingan Paling Ditunggu Pelaku Parekraf Untuk Bangkitkan Ekonomi

0

SIARAN PERS

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF/BADAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

Menparekraf: Pelatihan dan Pendampingan Paling Ditunggu Pelaku Parekraf Untuk Bangkitkan Ekonomi

Semarang, 22 Januari 2022 - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, menyebut program pelatihan dan pendampingan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi hal yang paling ditunggu para pelaku parekraf tanah air di tengah pandemi COVID-19.

Menparekraf Sandiaga Uno saat hadir dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Seni Rupa SDM Ekonomi Kreatif, di Hotel Golden City, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/1/2022) menjelaskan, berbagai program pemerintah terus digulirkan untuk membangkitkan ekonomi dan memulihkan lapangan kerja pelaku parekraf di tengah pandemi.

“Saya berkeliling Indonesia dan melihat kebangkitan ekonomi kita yang didukung oleh SDM yang andal. Dari beberapa program-program pemerintah selain bantuan, pemasaran, dan lainnya. Ternyata yang paling ditunggu adalah pelatihan dan pendampingan,” katanya.

Untuk itu, lanjut Menparekraf Sandiaga, program pelatihan dan pendampingan ini diharapkan bisa memberikan wawasan dan inspirasi agar pelaku parekraf bisa meningkatkan daya saingnya. 

“Dari segi pelatihan dan pendampingan diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan omzet yang lebih baik, terbuka lapangan kerja, dan ekonomi bangkit,” ujarnya.

Saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Seni Rupa SDM Ekonomi Kreatif, Menparekraf Sandiaga didampingi Deputi Sumber Daya dan Kelembangaan Kemenparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya, Direktur Badan Otorita Borobudur Indah Juanita.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan, ada beberapa hal, untuk membuat produk para pelaku ekraf naik kelas dan berdaya saing. Pertama, peluang, yang saat ini sudah di depan mata harus bisa didapatkan. Kedua adalah brand atau merek dagang yang betul-betul melekat pada diri sendiri dan mudah diingat oleh masyarakat. Ketiga adalah value untuk menciptakan nilai tambah bagi produk yang akan dipasarkan.

“Keempat adalah digitalisasi saat era digital, untuk memasarkan produk pelaku parekraf harus bertransformasi melalui digital agar hasil-hasil karya seni rupa seperti ini bisa naik kelas dan harganya bisa semakin bersaing diiringi dengan kualitas produk yang baik,” ujarnya.

I Gusti Ayu Dewi Hendriyani
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kemenparekraf / Baparekraf
Kemenparekraf/BaparekrafSabtu, 22 Januari 2022
130
© 2022 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif