Ingin tahu soal 5 Destinasi Super Prioritas,klik di sini ya!
Balap Kereta Peti Sabun, Ajang Reuni Insan Kreatif Bandung

Balap Kereta Peti Sabun, Ajang Reuni Insan Kreatif Bandung

0

Mengikuti berbagai macam perlombaan menjadi salah satu cara seru merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 RI. Uniknya, baru-baru ini Kota Bandung menggelar ajang balapan unik yang banyak dinantikan sebagian besar masyarakat, yaitu Balap Kereta Peti Sabun.

Berlangsung meriah pada 26-27 Agustus 2023 di depan Museum Geologi, Jalan Diponegoro, Bandung, ajang balapan yang sempat vakum selama 35 tahun ini merupakan rangkaian acara dalam menyambut Hari Jadi ke-213 Kota Bandung, sekaligus merayakan HUT ke-78 RI. 

Buat Sobat Parekraf yang belum tahu, Balap Kereta Peti Sabun adalah adu cepat di lintasan lurus menurun sepanjang 200 meter. Uniknya, ajang balapan ini tidak menggunakan kendaraan bermotor. Melainkan, menggunakan kendaraan yang didesain mirip mobil, atau disebut dengan “Kereta Peti Sabun” yang hanya mengandalkan gravitasi untuk melaju.

BACA JUGA: SPORTIVE 2023, Banyak Event Olahraga Internasional di Bulan Mei 

Sejarah Kereta Peti Sabun

Sebelum di Indonesia, Kereta Peti Sabu pertama kali diadakan di Ohio, Amerika Serikat, pada 1934. Namun, seiring berjalannya waktu, tepatnya pada 1950, Balap Kereta Peti Sabun resmi diadakan di Bandung, Jawa Barat untuk pertama kalinya.

Kala itu, perlombaan adu cepat ini diadakan di Sukajadi, untuk memperebutkan kejuaraan Priangan. Karena disambut meriah oleh seluruh lapisan masyarakat, Balap Kereta Peti Sabun menjadi acara tahunan yang menghibur.

Foto: Salah satu peserta dengan desain kereta peti sabun yang menarik (IG @redbullpetisabun)

Sayangnya, sekitar 1988, Balap Kereta Peti Sabun mulai mati suri. Alasannya karena kondisi dan situasi Kota Bandung yang semakin ramai, dan mengalami tingkat kemacetan yang sangat padat. Hal inilah yang akhirnya menjadikan beberapa lokasi di Kota Bandung kurang memungkinkan untuk dijadikan tempat lomba adu cepat. 

Setelah 35 tahun vakum, Balap Kereta Peti Sabun 2023 resmi diselenggarakan kembali. Salah satu tujuan diselenggarakan kembali Balap Kereta Peti Sabun adalah untuk membangkitkan gairah kreativitas anak muda, sekaligus sebagai ajang nostalgia mengenang permainan masa lalu.

BACA JUGA: Gim Lokal tentang Budaya Indonesia yang Mendunia 

Ajang Beradu Kreativitas Desain

Kembalinya Balap Kereta Peti Sabun setelah 35 tahun vakum mendapat sambutan meriah. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pendaftar ajang adu cepat yang mencapai lebih dari 140 peserta. Menariknya, perlombaan ini diikuti oleh beberapa influencer terkenal. Seperti di antaranya: Alitt Susanto (@shitlicious), dan Sintya Marisca yang berhasil mendapatkan juara 1 “Derby - Race Dewasa”.

Menariknya, perlombaan pemacu adrenalin ini sekaligus mengasah kreativitas peserta. Pasalnya, panitia membebaskan seluruh peserta membuat “peti sabun” sekreatif mungkin, tanpa mengurangi fungsi dan keamanannya. 

Tidak main-main, ternyata kebebasan berkreasi tersebut melahirkan berbagai macam model desain Kereta Peti Sabun. Mulai dari mobil balap F1, perahu, mobil klasik, roket, hingga kaleng minuman berukuran tong. Sehingga tidak mengherankan jika ke depannya Balap Kereta Peti Sabun menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat Indonesia tidak patut dianggap remeh.

Bahkan, bukan hal tidak mungkin jika ajang perlombaan ini bisa mendorong subsektor ekonomi kreatif desain produk dalam menghasilkan sebuah produk yang memiliki nilai tambah, dengan menggabungkan unsur fungsi dan estetika di dalamnya. Sehingga, industri kreatif di Indonesia, khususnya di Kota Bandung, makin dikenal luas dunia. 

BACA JUGA: Jayanya Superhero Lokal Indonesia, dari Komik ke Film 

Cover: Salah satu kreativitas peserta dalam Balap Kereta Peti Sabun di Bandung (@redbullpetisabun)

Kemenparekraf / Baparekraf
Kemenparekraf/Baparekraf RISenin, 18 September 2023
3557
© 2024 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif