Beranda >> ragam ekonomi kreatif >> Atlet Esport Indonesia yang Berkiprah di Luar Negeri
banner foto

Atlet Esport Indonesia yang Berkiprah di Luar Negeri

Pengembang Permainan

1

13 Agustus 2021 oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI
1681
Potensi industri gaming dan esport Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan, bahkan di tengah pandemi COVID-19. Menurut data dari Indonesia Esports Premier League (IESPL), pada 2019 ada 62,1 juta orang yang aktif bermain game di Indonesia.
Tingginya angka tersebut membawa Indonesia menduduki peringkat 12 di pasar game dengan jumlah pemain terbanyak. Bahkan, menurut laporan dari Global Market Games Report 2020 menunjukkan, Indonesia menjadi salah satu negara terbesar pengguna game di Asia Tenggara.
Terus meningkatnya industri gaming berbanding lurus dengan kepopuleran esport di Indonesia. Tidak main-main, esport diyakini memiliki potensi dan peluang prestasi, serta mendorong industri kreatif di Indonesia untuk tumbuh.
Terlebih lagi, sekarang sudah banyak atlet esport Indonesia yang berhasil menorehkan prestasi di luar negeri. Hal ini pun semakin membuat nama Indonesia semakin diperhitungkan dalam kompetisi esport internasional.
Lantas, siapa saja atlet esport Indonesia yang berkiprah di luar negeri? Berikut beberapa di antaranya:
Rizky Faidan
Dalam dunia game PES (Pro Evolution Soccer), nama Rizky Faidan sudah sangat diakui dunia. Pasalnya, atlet esport berusia 18 tahun ini berhasil lolos ke babak final kejuaraan dunia PES 2019 di Emirates Stadium, Inggris. Serta menjadi juara di ajang PES League Asia 2019 di Jepang.
Kehebatannya dalam bermain game PES ternyata menarik perhatian tim esport Thailand, Buriram United Esport. Tidak lama setelah bergabung, Rizky berhasil menjuarai Toyota E-League, dan membawa timnya menjuarai Thai e-League Pro 2021.
Kevin Susanto
Atlet esport Indonesia yang berkiprah di luar negeri selanjutnya adalah Kevin Susanto. Dikenal dengan nama “xccurate”, Kevin Susanto merupakan salah satu atlet esport profesional CS:GO di Indonesia yang keahliannya telah diakui dunia.
Berawal dari hobi membawa remaja kelahiran 1998 ini bergabung dengan tim esport Indonesia, Recca Esport. Banyaknya prestasi yang diraih ternyata menarik perhatian tim esport Tiongkok, TyLoo. Selama bergabung dengan TyLoo, ia berhasil menorehkan berbagai prestasi, di antaranya juara pertama StarLadder & ImbaTV Invantional Chongqing 2018, dan Xinhua Electronic Sports Conference 2018.
Pada 2019 Kevin Susanto pindah ke tim esport lainnya yang juga berada di Tiongkok: Big Time Regal, dan berhasil menjuarai WDNMD Asia Invitational 2020. Belum lama ini Kevin dikonfirmasi bergabung dengan NG Esport asal Thailand.
Foto: Instagram @KikyCassa7
Muhammad Rizky
Muhammad Rizky juga turut meramaikan kategori atlet esport Indonesia yang berkiprah di luar negeri. Pro-player Dota 2 yang dikenal dengan nama InYourDream ini pertama kali bergabung dengan tim The Prime dan membawa timnya menempati posisi 3-4 dalam kompetisi Boston Major 2016: SEA Open Qualifier.
Menjadi salah satu pemain papan atas di Asia Tenggara, Muhammad Rizky berhasil menarik perhatian tim esport luar negeri, seperti Fnatic hingga Tigers. Tak lama setelah itu, dirinya bergabung dengan tim esport asal Korea Selatan, T1.
Kenny Deo
Dikenal dengan nama “Xepher”, Kenny Deo menjadi salah satu atlet esport profesional Dota 2 yang kemampuannya diakui hingga mancanegara. Memulai karir esport sejak 2014, gamer berusia 25 tahun ini pernah bergabung dengan tim andalan Indonesia, seperti Zero Latitude, NXL, hingga RRQ.
Kemudian Kenny Deo bergabung dengan tim esport asal Malaysia, Tigers (2018), dan langsung menjuarai DreamLeague Season 10. Setelah Kenny bergabung dengan GeekFam, dan berhasil menjuarai ONE Esports Dota 2 SEA League, Cyber.bet.Cup: Spring Series-SEA, dan membawa timnya lolos ajang ESL One Los Angeles.
Hansel Ferdinand
Atlet esport Indonesia yang telah menorehkan prestasi di mancanegara selanjutnya adalah Hansel Ferdinand alias “BnTeT”. Sebelum melebarkan sayap di luar negeri, Hansel bergabung dengan tim esport Indonesia NXL.
Kepiawaiannya bermain CS:GO ternyata membawanya dan tim NXL menjuarai babak kualifikasi Asia Tenggara di Tiongkok. Tidak lama setelahnya, atlet esport berpenghasilan tertinggi di Indonesia ini bergabung dengan Recca (2016), dan tim esport terbesar asal Cina, TyLoo pada 2017.
Hingga akhirnya, pada 2019 Hansel bergabung dengan tim Gen.G dari Amerika Serikat, dan berhasil menjuarai DreamHack Open Anaheim 2020. Saking hebatnya, Hansel Ferdinand mendominasi pemain terbaik dunia dan dijuluki “Beast from the East”!
Made Bagas Pramudita
Made Bagas Pramudita alias “Zuxxy” menjadi atlet esport sekaligus pro-player PUBG Mobile asal Indonesia yang namanya cukup beken. Pasalnya, Made Bagas Pramudita berhasil membawa tim Bigetron RA menjuarai turnamen PUBG Mobile World League 2020 - Season 0: East, dan PUBG Mobile Pro League - Fall Split 2020: Southeast Asia.
Keahliannya bermain PUBG Mobile ternyata juga telah diakui dunia. Tidak main-main, atlet esport kelahiran 2003 ini berhasil meraih penghargaan internasional dalam ajang The Esports Award 2020 kategori “Esports Mobile Player of The Year”.
Melihat deretan atlet esport Indonesia di atas semakin membuktikan bahwa industri game dan esport di Indonesia memiliki peluang besar di masa depan. Bahkan bukan tidak mungkin Indonesia dapat melahirkan bibit-bibit atlet esport baru.
Foto Cover: Instagram @RizkyFaidan


Berita Terkait
rekomendasi berita

Transformasi Musik Dangdut dari Masa ke Masa

rekomendasi berita

Program Pengembangan Talenta Digital Kreatif di Indonesia

rekomendasi berita

Indonesia Bersiap Menjadi Destinasi Fashion Muslim Dunia