Beranda >> ragam ekonomi kreatif >> Konsep Baru Solo International Performing Arts 2021
banner foto

Konsep Baru Solo International Performing Arts 2021

Seni Pertunjukan

0

15 Oktober 2021 oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI
48
Kota Solo, Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan kuliner legendaris yang lezat saja. Namun, Solo juga dikenal memiliki pertunjukan seni bergengsi yang sayang untuk dilewatkan, salah satunya Solo International Performing Arts (SIPA).
Solo International Performing Arts adalah sebuah seni pertunjukan tahunan bertaraf internasional yang rutin diselenggarakan di Kota Solo sejak 2009. Meskipun sudah dilaksanakan lebih dari 10 tahun, namun Solo International Performing Arts tetap menyuguhkan berbagai seni pertunjukan dari berbagai belahan di dunia yang sangat menawan.
Sejak pertama kali digelar pada 2009 hingga 2012, Solo International Performing Arts diselenggarakan langsung secara live di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo. Memasuki tahun kelimanya, atau pada 2013, Solo International Performing Arts mulai diselenggarakan di Benteng Vastenburg, Solo.
Dari tahun ke tahun, jumlah penonton SIPA juga terus meningkat. Mengutip dari laman resmi Solo International Performing Arts, setiap tahunnya jumlah penonton SIPA bisa mencapai 30.000 orang, bahkan pernah menembus angka 40.294 penonton pada 2019.
Dengan tingginya antusiasme SIPA, tidak heran jika Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memasukkan Solo International Performing Arts sebagai salah satu dari 100 wonderful events pada Kalender Event 2020.
SIPA menjadi salah satu ajang Performing Arts paling besar di Indonesia yang berlangsung sejak tahun 2009.(Foto: Dokumentasi SIPA)
Solo International Performing Arts 2021
Akhirnya, Solo International Performing Arts kembali digelar  tahun ini. Tepatnya pada 7-9 Oktober 2021, Solo International Performing Arts 2021 digelar di Bengawan Solo Park, Taman Satwa Taru Jurug, Surakarta, Jawa Tengah.
Karena masih dalam masa pandemi COVID-19, gelaran SIPA 2021 agak berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini Solo International Performing Arts diadakan secara hybrid, dengan konsep drive in dan live di akun YouTube SIPA Festival.
Mengangkat tema “The Great Light of Arts”, Solo International Performing Arts 2021 menampilkan berbagai seni pertunjukan yang super komplet, mulai dari seni tari, musik, hingga teater. Dilaksanakan selama 3 hari penuh, Solo International Performing Arts 2021 dihadiri 61 delegasi seni dari dalam dan luar negeri.
Beberapa seniman yang terlibat dalam SIPA 2021 antara lain: Endah Laras ft. Semarak Candra Kirana Art Center, 567 Eight Dance Community (Solo), Sanggar Meuligoe Jeumpa (Aceh), Peni Candra Rini ft. Jagad Sentana Art (Solo), Alifuru (Maluku Utara), Handarbeni (Solo), Tom van der Zaal (Belanda), Faculty of Film Theatre & Animation X Faculty of Music, Shishani & Sisterhood (Belanda), hingga Dhea Fandari (Representative of Peru).
Tampilkan Konsep Baru Setiap Tahunnya
Setiap tahunnya, Solo International Performing Arts selalu menyuguhkan konsep dan tema yang menarik, contohnya pada 2009 dengan tema “Bahari Kencana Maestro Karya”, yang bertujuan untuk mengajak dan meningkatkan kepedulian masyarakat pada laut.
Tak kalah menarik tema pada SIPA 2012, “Save Our World, Better Future”, yang mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan, alam, bumi, dan dunia. Menariknya, saat itu maskot Solo International Performing Arts 2012 adalah GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, Puteri Keraton Kasunan Surakarta dari Paku Buwono XIII.
Tidak berhenti sampai di situ, Solo International Performing Arts 2016 juga mengangkat Peni Candra Rini sebagai maskot SIPA 2016. Seorang komposer, penulis lagu, penyanyi, dan menyandang predikat “Sinden Muda Terbaik” pada 2005.
Memasuki 2019, Solo International Performing Arts berhasil mencetak jumlah penonton terbanyak, yaitu lebih dari 40.000 penonton. Saat itu, tema yang diangkat adalah “Ars as Social Action” dengan maskot saat itu adalah Elizabeth Sudira, penyanyi dan penulis lagu dari Solo.
Meskipun di tengah pandemi COVID-19, Solo International Performing Arts pun masih terus berlangsung. Pada 2020, Solo International Performing Arts dilaksanakan secara virtual, serta dibarengi dengan berbagai kegiatan seperti lelang barang seni, dan donasi kepada seniman yang pensiun.
Foto Cover: Salah satu pertunjukan yang pernah digelar si SIPA. (Foto: Shutterstock/Jackysan)


Berita Terkait
rekomendasi berita

Transformasi Musik Dangdut dari Masa ke Masa

rekomendasi berita

Program Pengembangan Talenta Digital Kreatif di Indonesia

rekomendasi berita

Indonesia Bersiap Menjadi Destinasi Fashion Muslim Dunia