Beranda >> ragam ekonomi kreatif >> Program Pengembangan Talenta Digital Kreatif di Indonesia
banner foto

Program Pengembangan Talenta Digital Kreatif di Indonesia

Aplikasi

2

28 Juli 2021 oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI
526
Pertumbuhan sektor ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia berkembang pesat, termasuk bagi subsektor aplikasi dan game developer. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan, sektor aplikasi dan game developer merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang dapat tumbuh di tengah pandemi COVID-19.
Pertumbuhan aplikasi di tengah pandemi membuktikan bahwa subsektor ekonomi kreatif tersebut dapat dengan cepat beradaptasi dan mengadopsi digitalisasi. Sehingga ke depannya memiliki prospek yang baik, karena dapat membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan.
Agar industri aplikasi digital dapat menghasilkan karya berkualitas sekaligus memberi kontribusi ekonomi yang signifikan, tentu harus dibarengi dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah memberikan program Pengembangan Talenta Digital Kreatif.
Pengembangan Talenta Digital Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) adalah program inisiatif pemerintah untuk mengembangkan dan meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, terutama di subsektor pengembang aplikasi.
Tujuan dibentuknya program Pengembangan Talenta Digital Kreatif adalah mengasah kemampuan teknis pengembang aplikasi di Indonesia. Selain itu, Pengembangan Talenta Digital Kreatif sekaligus melakukan transfer pengetahuan dan standar industri secara langsung dari para praktisi sukses di bidang aplikasi.
Setelah sukses memfasilitasi puluhan ribu pengembang aplikasi dan solusi digital sejak 2016-2020, program Pengembangan Talenta Digital Kreatif kembali dilaksanakan pada April 2021 lalu. Di tahun ini, program ini fokus pada dua subjek pelatihan, yaitu Pengembang Aplikasi Perangkat Bergerak (mobile), dan Pengembang Aplikasi Web.
Ilustrasi Android Studio. (Foto: Shutterstock/quietbits)
Belajar Android JetPack Pro
Salah satu topik pelatihan yang diangkat adalah “Belajar Android Jetpack Pro”. Singkatnya Android Jetpack dan Android Architecture Components adalah kumpulan library dan tools untuk membuat aplikasi.
Alasan dipilihnya materi tersebut karena Android Jetpack bisa berjalan di semua platform Android, dan akan sangat relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini. Tidak hanya itu, Android Jetpack juga secara resmi mendapat dukungan dari Google, sehingga akan terus dikembangkan di masa mendatang.
Bahkan, sudah banyak perusahaan IT mengadopsi materi ini untuk membuat aplikasi yang lebih efektif, mudah dikelola, dan pastinya lebih cepat saat digunakan. Lantas, bagaimana dengan metode pengajarannya?
Secara keseluruhan, metode pengajaran dalam program Pengembangan Talenta Digital Kreatif dilakukan secara online dengan total jam belajar 70 jam. Selain diberikan materi, ada juga fokus diskusi, evaluasi, dan ditutup dengan sertifikat kompetensi.
Harapannya, di akhir kelas setiap peserta yang tergabung dapat menerapkan komponen Jetpack pada Android Architecture Components. Sehingga, dapat membuat aplikasi yang dapat dikelola dengan baik.
Menjadi Front-End Web Developer Expert
Seperti kita tahu saat ini hampir segala hal di internet bisa dilakukan melalui smartphone. Oleh karena itu kita juga perlu membangun website yang optimal di seluruh perangkat, termasuk perangkat mobile.
Untuk menjadi pengembang aplikasi web yang baik, maka topik pembelajaran kedua dalam Pengembangan Talenta Digital Kreatif adalah “Menjadi Front-End Web Developer Expert”. Dalam program ini peserta dilatih mengembangkan aplikasi web yang nyaman dan mudah digunakan melalui smartphone.
Secara keseluruhan metode pengajaran yang dilakukan sepenuhnya online dengan total durasi 90 jam. Guna memaksimalkan kegiatan belajar mengajar, setiap peserta dibekali dengan materi, tutorial, latihan, pembelajaran berbasis proyek dengan standar global, hingga dukungan mentor dan forum diskusi online, serta diberikan sertifikat kompetensi.
Tujuan dibentuknya kelas ini adalah agar seluruh peserta dapat membuat aplikasi front-end web yang responsif. Nantinya aplikasi web yang dijalankan juga mudah di-maintenance, dapat diuji, serta memiliki aksesibilitas dan performa yang baik.
Dalam menjalankan program Pengembangan Talenta Digital Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan “Dicoding” selaku Google Authorized Training Partners di Indonesia.
Foto Cover: Ilustrasi kreator digital kreatif saat sedang berkreasi di platform digital. (Shutterstock/Ronstik)


Berita Terkait
rekomendasi berita

Transformasi Musik Dangdut dari Masa ke Masa

rekomendasi berita

Program Pengembangan Talenta Digital Kreatif di Indonesia

rekomendasi berita

Indonesia Bersiap Menjadi Destinasi Fashion Muslim Dunia