Ingin tahu soal 5 Destinasi Super Prioritas,klik di sini ya!
Revitalisasi Bangunan Tua Menjadi Pusat Kolaborasi Kreatif

Revitalisasi Bangunan Tua Menjadi Pusat Kolaborasi Kreatif

0

Siapa yang tak tahu tempat nongkrong populer anak-anak muda di Jakarta Selatan, M Bloc Space. Sebagai salah satu pusat kolaborasi industri kreatif di Indonesia, hadirnya M Bloc Space seakan menciptakan tren baru di sektor ekonomi kreatif, yakni menyulap bangunan tua menjadi lebih kekinian dengan konsep yang artsy, sehingga menarik perhatian anak muda untuk datang.

Kesuksesan M Bloc Space pun menginspirasi banyak daerah di Indonesia. Kini, banyak bermunculan pusat-pusat kolaborasi industri kreatif di berbagai daerah yang masuk dalam jaringan Bloc Space dengan konsep revitalisasi bangunan tua menjadi pusat industri kreatif. Bangunan yang dulu terlantar pun berubah menjadi wadah bagi para pelaku industri kreatif yang memasarkan produk-produk kreatif lokal agar makin dikenal.

Umumnya, bangunan-bangunan tua tersebut merupakan bekas perkantoran dengan arsitektur khas bangunan tua Belanda yang kental, kemudian direvitalisasi menjadi lebih kekinian sehingga menciptakan kolaborasi apik antara subsektor arsitektur dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif lainnya. 

Selain M Bloc Space, berikut bangunan tua yang berhasil direvitalisasi menjadi pusat kolaborasi industri kreatif di berbagai daerah di Indonesia:

BACA JUGA: Mengenal Industri Arsitektur Modern di Indonesia 

Pos Bloc Jakarta

Selain di M Bloc Space, insan kreatif Jakarta juga memiliki tempat kolaborasi lainnya, yakni Pos Bloc Jakarta. Lokasinya di Jalan Pos No.2, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Bangunan ini dulunya adalah Kantor Pos, atau kini lebih dikenal Gedung Filateli Jakarta. Direvitalisasi pada 2021, Pos Bloc Jakarta masih mempertahankan bangunan tua bergaya Art Deco rancangan arsitek Belanda, Van Hoytema.

Ciri khas bangunan Belanda makin terasa jika melihat atap berbentuk setengah lingkaran dengan kaca patri tua di gedung ini. Bagian dalam bangunan mengusung konsep art and craft, dengan lantai marmer berwarna gelap, dinding warna putih, dengan tiang-tiang yang berdiri gagah. Bahkan masih ada kotak surat peninggalan zaman Belanda bertuliskan Brievenbus. Sebagai pusat kolaborasi industri kreatif, Pos Bloc Jakarta memiliki fasilitas komplet. Mulai dari culture hall, creative space, kafe kekinian, hingga toko barang antik.

Foto: JNM Bloc yang baru direvitalisasi menjadi pusat kolaborasi ekonomi kreatif (Dok. JMN Bloc)

JNM Bloc

Pusat kolaborasi antar subsektor ekonomi kreatif berikutnya ada di Yogyakarta, yakni JNM Bloc. Berlokasi di Jalan Prof. Dr. Ki Amri Yahya No. 1, Pakuncen, Yogyakarta, nama JNM alias Jogja National Museum sebagai pusat kumpul pelaku industri kreatif tak perlu diragukan. Sebab, JNM kerap menjadi lokasi digelarnya pameran bertaraf internasional, seperti ArtJog, Jogja Biennale, hingga Kustom Fest.

Kini, JNM punya wajah baru dengan menambah ruang kreatif yang menjadi tempat nongkrong kekinian anak muda Yogyakarta. Mengusung konsep arsitektur adaptive re-use, JNM Bloc merenovasi sesedikit mungkin agar tidak menghilangkan jejak sejarah pada bangunannya. Beberapa titik dibuat penuh warna sehingga menghadirkan kesan playful

Sebagai pusat kolaborasi industri kreatif, JNM Bloc menyediakan ruang untuk pameran lukisan, foto, instalasi seni, lokakarya, pemutaran film, peragaan busana, pertunjukan tari, musikalisasi puisi, teater, sulap, pantomim, stand up comedy, hingga konser musik. 

Lokananta Bloc

Pusat kolaborasi kreatif terbaru di Solo ini baru diresmikan pada Juni 2023 lalu. Lokananta tidak bisa dilepaskan dari sejarah musik Indonesia, sebab bangunan ini merupakan studio rekaman pertama di Indonesia. Setelah bertransformasi menjadi Lokananta Bloc, kini Lokananta menghadirkan ruang kreatif yang lebih luas. 

Revitalisasi Lokananta masih tetap mempertahankan arsitektur khas bangunan Belanda, sehingga berfokus pada penambahan ruang terbuka. Terdapat tujuh area di Lokananta Bloc, mulai dari Galeri Lokananta, Studio Rekaman Lokananta, Lokananta Live House, Taman Lingkar Lokananta, Panggung Amphitheater, Area Ritel F&B, dan Area Ritel Kreatif (non F&B).

BACA JUGA: Kemegahan Arsitektur Modern Berpadu dengan Konsep Tradisional Indonesia 

Pos Bloc Medan

Pusat kolaborasi para pelaku industri kreatif yang diresmikan pada Oktober 2022 lalu ini berlokasi di Jalan Pos No. 1, Kota Medan. Sama seperti di Jakarta, bangunan Pos Bloc Medan dulunya adalah kantor Pos Indonesia Kota Medan. Bangunan klasik ini dirancang oleh seorang insinyur bernama Snufy pada 1909 dan selesai sekitar 1911.

Pos Bloc Medan memiliki luas sekitar 1.200 meter persegi, dengan tinggi bangunan utama mencapai 20 meter. Desain geometris art deco dengan kubah yang unik menjadi daya tariknya arsitektur bangunan yang kini menjadi pusat kumpulnya insan kreatif di Medan.

Fabriek Bloc

Dibangun di atas lahan seluas 13.000 meter persegi, Fabriek Bloc menjadi pusat kolaborasi dari para pelaku industri kreatif di Padang. Berlokasi di Jalan Prof Dr Hamka KM 9,5, Parupuk Tabing, Kota Padang, Fabriek Bloc merupakan kawasan bekas pabrik seng. Fabriek Bloc Padang menjadi ruang kreatif yang menampilkan seni, budaya, dan hiburan. Di Fabriek Bloc juga terdapat ruang pertunjukan berkapasitas 700 orang, ruang pamer, hingga ampiteater untuk kegiatan para pelaku industri kreatif.

Pos Bloc Surabaya

Revitalisasi bangunan tua menjadi pusat kolaborasi kreatif paling baru adalah Pos Bloc Surabaya. Pusat kolaborasi industri kreatif ini diresmikan November 2023. Pos Bloc Surabaya menggunakan gedung cagar budaya peninggalan Belanda berusia 1,5 abad, dengan luas area 13.950 meter persegi. 

Beda dengan lainnya, Pos Bloc Surabaya menghadirkan Galeri Soekarno dalam bentuk memorabilia, selain itu ada juga benda-benda yang berhubungan dengan pos seperti prangko, benda pos jadul, hingga sepeda motor yang digunakan pak pos.

Jadi, tertarik buat nongkrong di mana, nih, Sob?

BACA JUGA: 7 Arsitektur Chinatown Paling Populer di Indonesia

Cover: Pos Bloc menjadi salah satu pusat kumpul pelaku industri kreatif di Jakarta (Shutterstock/johan kusuma) 

Kemenparekraf / Baparekraf
Kemenparekraf/Baparekraf RISabtu, 16 Maret 2024
1846
© 2024 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif