Ingin tahu soal 5 Destinasi Super Prioritas,klik di sini ya!
Potensi Besar Game Lokal di Sektor Cloud Gaming Internasional

Potensi Besar Game Lokal di Sektor Cloud Gaming Internasional

0

Subsektor pengembang permainan menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang tumbuh dan berkembang pesat dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari banyaknya game lokal buatan anak negeri yang semakin menjamur di berbagai platform dan dikenal luas di kancah internasional. Saking banyaknya, Indonesia dinobatkan sebagai penyumbang game terbanyak di platform Steam se-Asia Tenggara pada awal 2024.

Dikutip dari laman databoks.katadata.co.id, per Januari 2024, jumlah game lokal buatan Indonesia mencapai 256 games di platform Steam. Jumlah tersebut berdasarkan akumulasi dari game-game lokal yang sudah dirilis, batal atau sempat ditunda perilisannya, masih tahap awal, maupun game yang akan segera rilis dalam waktu dekat.

Banyaknya game-game buatan Indonesia hingga menduduki posisi nomor 1 di platform Steam membuktikan jika Indonesia punya potensi besar dalam menghasilkan game berkualitas dan berdaya bersaing di kancah internasional. Sehingga, dapat memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. 

BACA JUGA: Gim Lokal tentang Budaya Indonesia yang Mendunia 

Pertumbuhan Pesat Cloud Gaming di Indonesia

Potensi industri game di Indonesia meningkat sangat signifikan. Bahkan, tidak sedikit pelaku industri kreatif di sektor game lokal yang berhasil bersaing dengan pengembang permainan dari luar negeri. Hal ini dibuktikan dari pertumbuhan game mobile dan cloud gaming yang sangat pesat di Indonesia.

Penting untuk diingat kembali, Indonesia merupakan pasar mobile game terbesar ketiga berdasarkan unduhan di Google Play, dengan transaksi pengguna mobile gaming Indonesia yang diperkirakan mencapai 0,37 miliar Dollar AS (sekitar Rp5,6 triliun) atau naik sekitar 15,6% dari 2022 (melalui in-app purchase atau IAP).

 Foto: Industri game di Indonesia diprediksi meningkat pada 2024 (Shutterstock/AlessandroBiascioli)

Tidak hanya itu, berdasarkan data Statista Kompas.id, total pendapatan pasar game di Indonesia pada 2024 diperkirakan mencapai 505,44 miliar Dollar AS. Dengan rata-rata pertumbuhan pendapatan per tahun (CAGR) sebesar 8,74%, atau mencapai 649,8 miliar dollar AS pada 2027.

Meski pencapaiannya sangat membanggakan, ternyata perkembangan dan pencapaian game di Indonesia tidak hanya sampai di sektor game mobile. Platform cloud gaming turut diprediksi akan menjadi tren industri game terbaru di Indonesia pada 2024.

Cloud gaming adalah teknologi yang memungkinkan seseorang bermain game tanpa harus mengunduh atau menginstalnya di smartphone. Walaupun saat ini pengembangan cloud gaming masih dalam tahap awal. Namun, tidak menutup kemungkinan tren cloud gaming di Indonesia akan semakin populer di tahun-tahun mendatang.

BACA JUGA: Perkembangan Industri Gim di Indonesia Raih Penghargaan Internasional 

Fakta menarik lainnya, perkembangan industri cloud gaming di Indonesia sudah bisa dilihat tahun lalu. Terutama pada beberapa game lokal yang populer di platform Steam. Mengutip dari Outlook Pariwisata & Ekonomi Kreatif 2023/2024, terdapat empat game lokal buatan Indonesia yang menghasilkan kinerja positif sepanjang 2023. 

Game-game tersebut antara lain: Coral Island, Potion Permit, A Space for Unbound, dan Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly. Diperkirakan, game lokal tersebut berhasil terjual sebanyak 30.000-150.000 kopi dengan pendapatan di atas 400.000 Dollar AS hingga 3,2 juta Dollar AS. 

Melihat perkembangan industri game lokal, khususnya di sektor cloud gaming diprediksi akan terus memberikan hasil yang sangat signifikan di masa depan. Sehingga, besar kemungkinan dapat menciptakan peluang baru bagi developer, publisher, dan investor game lokal untuk terus berkarya membuat game-game berkualitas serta berdaya saing global. 

BACA JUGA: 10 Gim Horor Buatan Indonesia yang Seru dan Menegangkan 

Cover: Potensi industri game lokal di sektor cloud gaming diprediksi meningkat (Shutterstock/Gorodenkoff)

Kemenparekraf / Baparekraf
Kemenparekraf/Baparekraf RISabtu, 17 Februari 2024
1978
© 2024 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif